Utsman bin Affan
Uraian & Definisi Istilah
Utsman bin Affan, dengan nama lengkap Utsman ibn Affan al-Amawi al-Qurayshi, adalah salah satu sahabat utama Nabi Muhammad SAW dan Khalifah ketiga dalam sejarah Islam. Beliau lahir sekitar tahun 577 Masehi di Thaif, Jazirah Arab, dari klan Bani Umayyah suku Quraisy, dengan ayah bernama Affan bin Abul Ash dan ibu bernama Arwa binti Kurayz. Utsman bin Affan memeluk Islam pada masa awal dakwah Nabi Muhammad dan dikenal sebagai salah satu dari sepuluh sahabat yang dijamin masuk surga. Beliau menikahi dua putri Nabi Muhammad secara berturut-turut, Ruqayyah dan setelah wafatnya Ruqayyah, beliau menikahi Ummu Kultsum, yang memberinya gelar khusus "Dzun Nurain" (pemilik dua cahaya). Beliau turut serta dalam hijrah ke Habasyah (Ethiopia) dan kemudian hijrah ke Madinah, meskipun tidak ikut serta dalam Perang Badar karena merawat istrinya, Ruqayyah, yang sakit parah. Masa kekhalifahan Utsman bin Affan berlangsung selama dua belas tahun, dari 644 M hingga 656 M (24-35 Hijriyah), setelah wafatnya Khalifah Umar bin Khattab. Prestasi terbesarnya adalah proyek kodifikasi dan standardisasi Al-Quran. Menanggapi variasi bacaan dan potensi perpecahan di kalangan umat Islam, Utsman memerintahkan penyusunan satu Mushaf standar yang dikenal sebagai Mushaf Utsmani. Proyek ini dipimpin oleh Zaid bin Tsabit dan melibatkan komite sahabat lainnya, menghasilkan naskah tunggal yang kemudian dikirimkan ke berbagai pusat kekhalifahan Islam, dengan salinan lain dibakar untuk mencegah perbedaan. Selama masa kepemimpinannya, wilayah kekhalifahan Islam juga mengalami perluasan signifikan, meliputi penaklukan sebagian Afrika Utara (termasuk Ifriqiyah), Siprus, dan wilayah timur Persia. Beliau juga memprakarsai pembentukan angkatan laut Islam pertama untuk pertahanan dan ekspansi maritim. Pada akhir masa pemerintahannya, Utsman bin Affan menghadapi gejolak internal dan ketidakpuasan dari berbagai wilayah, yang sebagian besar dipicu oleh kebijakan administratif, penunjukan pejabat, dan isu-isu ekonomi. Situasi ini memuncak dengan pengepungan kediamannya di Madinah oleh kelompok pemberontak dari Mesir dan Kufah. Pada tanggal 17 Juni 656 M (18 Dzulhijjah 35 H), Utsman bin Affan dibunuh oleh pemberontak saat sedang membaca Al-Quran di rumahnya. Beliau dimakamkan di Jannatul Baqi', Madinah. Pembunuhannya menjadi salah satu peristiwa penting yang menandai awal fitnah besar (perpecahan internal) dalam sejarah Islam.
Kolom Komentar & Aspirasi
Sampaikan apresiasi, doa, dan masukan positif untuk kemajuan sekolah.
Kolom Komentar Nonaktif
Pengelola telah menonaktifkan kolom komentar untuk postingan ini demi kenyamanan dan ketertiban informasi.
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan pesan positif dan apresiasi!