E-Dictionary & Ensiklopedia Istilah Sekolah
Pusat referensi perbendaharaan kata, istilah sains, sastra, matematika, serta panduan gerakan Bahasa Isyarat (Inklusi) penunjang akselerasi pemahaman belajar peserta didik.
Kolom Pencarian Istilah
Cari istilah dalam kamus sekolah berdasarkan kata kunci atau kategori.
BISINDO (Bahasa Isyarat Indonesia)
BISINDO, akronim dari Bahasa Isyarat Indonesia, adalah bahasa isyarat alami yang dikembangkan dan digunakan oleh komunitas Tuli di Indonesia. Berbeda dengan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI) yang merupakan sistem isyarat buatan yang tata bahasanya mengikuti Bahasa Indonesia lisan, BISINDO merupakan bahasa visual-manual mandiri dengan struktur tata bahasa, morfologi, dan sintaksisnya sendiri yang unik, tidak tergantung pada tata bahasa Bahasa Indonesia lisan. Perkembangan BISINDO bersifat organik, berakar dari bahasa isyarat lokal yang digunakan secara turun-temurun di berbagai daerah di Indonesia, dengan pengaruh signifikan dari bahasa isyarat komunitas Tuli di Yogyakarta. Pengakuan dan advokasi terhadap BISINDO sebagai bahasa isyarat utama bagi komunitas Tuli di Indonesia mulai intensif sekitar awal tahun 2000-an, didorong oleh kebutuhan akan bahasa yang mendukung identitas dan pendidikan Tuli secara alamiah. Secara linguistik, BISINDO memiliki lima parameter dasar dalam pembentukan isyarat yang berfungsi mirip fonem dalam bahasa lisan, yaitu bentuk tangan (handshape), orientasi telapak tangan (orientation), lokasi isyarat (location) di tubuh atau di ruang isyarat, gerakan isyarat (movement), serta fitur non-manual (non-manual features) seperti ekspresi wajah, gerak kepala, dan postur tubuh. Kombinasi parameter-parameter ini menghasilkan ribuan isyarat dengan makna yang spesifik. Fitur non-manual, misalnya, dapat menunjukkan jenis kalimat (pertanyaan, pernyataan), intensitas, atau aspek gramatikal lainnya. Sebagai bahasa yang hidup, BISINDO terus berkembang seiring waktu, menciptakan kosakata baru dan menyesuaikan diri dengan konteks budaya dan teknologi. Peran BISINDO sangat krusial dalam aspek inklusi dan hak linguistik bagi individu Tuli di Indonesia. BISINDO berfungsi sebagai alat komunikasi utama, media pendidikan yang efektif, serta sarana pelestarian budaya dan identitas Tuli. Penggunaannya memungkinkan perkembangan kognitif dan sosial yang optimal bagi anak-anak Tuli, memfasilitasi akses informasi, dan mendukung partisipasi penuh dalam masyarakat. Berbagai organisasi dan aktivis Tuli terus mengadvokasi pengakuan BISINDO secara resmi dalam sistem pendidikan dan pelayanan publik, serta mendorong penyusunan kamus, materi ajar, dan pelatihan juru bahasa isyarat yang berbasis BISINDO, sebagai wujud nyata dukungan terhadap hak asasi manusia untuk berkomunikasi dalam bahasa ibu mereka.
Isyarat "Terima Kasih"
Isyarat "Terima Kasih" adalah ekspresi fundamental dalam komunikasi manusia yang diterjemahkan ke dalam bentuk visual-manual dalam bahasa isyarat. Dalam konteks Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI), gestur ini memiliki konfigurasi dan gerakan spesifik. Secara umum, isyarat untuk "Terima Kasih" melibatkan penggunaan tangan dominan, di mana telapak tangan dibuka rata dengan jari-jari rapat dan ibu jari menempel ke samping (sering disebut sebagai 'B-handshape'). Untuk melakukan isyarat "Terima Kasih", telapak tangan dominan yang terbuka tersebut pertama-tama menyentuh atau berada dekat area dagu atau bawah mulut. Kemudian, tangan digerakkan maju dan sedikit ke bawah, menjauh dari tubuh. Orientasi telapak tangan biasanya menghadap ke atas atau sedikit ke depan selama gerakan ini. Isyarat ini bukan hanya sekadar gerakan tangan; ia sangat bergantung pada penanda non-manual (non-manual markers) seperti ekspresi wajah, yang esensial untuk menyampaikan nuansa emosi dan ketulusan. Senyum yang tulus, kontak mata langsung, dan kadang-kadang disertai anggukan kepala ringan, merupakan komponen krusial yang menyertai gerakan tangan untuk mengomunikasikan rasa syukur secara efektif. Penggunaan isyarat "Terima Kasih" berfungsi untuk menyampaikan apresiasi, pengakuan, atau rasa syukur kepada individu lain dalam komunitas Tuli (Deaf) dan hard-of-hearing. Isyarat ini memainkan peran vital dalam memfasilitasi komunikasi yang inklusif dan memastikan bahwa individu Tuli dapat berinteraksi sosial dengan penuh hormat dan pengertian. Penting untuk diketahui bahwa meskipun prinsip dasarnya serupa, variasi kecil dalam gerakan tangan atau orientasi telapak tangan dapat ditemukan antara bahasa isyarat di berbagai negara atau bahkan di antara dialek regional dalam satu bahasa isyarat, mencerminkan sifat dinamis dan adaptif dari komunikasi isyarat.