E-Dictionary & Ensiklopedia Istilah Sekolah
Pusat referensi perbendaharaan kata, istilah sains, sastra, matematika, serta panduan gerakan Bahasa Isyarat (Inklusi) penunjang akselerasi pemahaman belajar peserta didik.
Kolom Pencarian Istilah
Cari istilah dalam kamus sekolah berdasarkan kata kunci atau kategori.
Ekosistem
Ekosistem adalah sebuah unit fungsional dalam ekologi yang terdiri dari interaksi antara komunitas organisme hidup (komponen biotik) dengan lingkungan fisik dan kimia di sekitarnya (komponen abiotik). Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh ahli ekologi Inggris Arthur G. Tansley pada tahun 1935. Komponen biotik meliputi produsen (autotrof, organisme yang menghasilkan makanannya sendiri melalui fotosintesis atau kemosintesis, contohnya tumbuhan hijau dan alga), konsumen (heterotrof, organisme yang memperoleh energi dengan memakan organisme lain, dibagi menjadi primer/herbivora, sekunder/karnivora pemakan herbivora, dan tersier/karnivora pemakan karnivora), serta dekomposer (detritivor, organisme seperti bakteri dan fungi yang menguraikan sisa-sisa organisme mati dan limbah, mengembalikan nutrien ke lingkungan). Komponen abiotik mencakup faktor-faktor non-hidup seperti suhu, cahaya matahari, air, pH tanah atau air, kelembaban, salinitas, oksigen, dan mineral anorganik yang semuanya memengaruhi kehidupan organisme dan proses biologis di dalamnya. Interaksi yang terjadi dalam ekosistem sangat kompleks dan dinamis, melibatkan aliran energi dan siklus materi. Aliran energi bersifat searah, dimulai dari energi matahari yang ditangkap oleh produsen, kemudian berpindah ke konsumen melalui rantai makanan dan jaring-jaring makanan. Pada setiap transfer energi antar tingkat trofik, sekitar 90% energi akan hilang dalam bentuk panas, sehingga hanya sekitar 10% yang tersedia untuk tingkat trofik berikutnya. Sementara itu, siklus materi atau nutrien (seperti siklus karbon, nitrogen, fosfor, dan air) bersifat tertutup dan berulang, di mana materi anorganik diserap oleh produsen, berpindah ke konsumen, dan akhirnya dikembalikan ke lingkungan oleh dekomposer untuk digunakan kembali. Keseimbangan dalam ekosistem (homeostasis) dipertahankan melalui mekanisme regulasi internal yang memungkinkan adaptasi terhadap perubahan lingkungan, meskipun kapasitas adaptasi ini memiliki batas tertentu. Contoh nyata ekosistem sangat beragam, bervariasi dalam skala dan karakteristiknya. Ekosistem terestrial meliputi hutan hujan tropis yang dicirikan oleh keanekaragaman hayati tinggi dan curah hujan melimpah, padang rumput dengan dominasi vegetasi rumput, atau gurun yang ekstrem dengan sedikit air dan vegetasi. Ekosistem akuatik dibagi menjadi ekosistem air tawar (seperti danau, sungai, dan kolam) dan ekosistem air laut (seperti terumbu karang, hutan mangrove, dan zona laut dalam) yang memiliki salinitas tinggi dan tekanan osmotik berbeda. Masing-masing ekosistem ini memiliki karakteristik lingkungan, komunitas organisme, serta pola aliran energi dan siklus materi yang spesifik, membentuk jaringan kehidupan yang saling terkait di biosfer bumi.
Fotosintesis
Fotosintesis adalah proses biokimia esensial yang dilakukan oleh organisme fotoautotrof, meliputi tumbuhan hijau, alga, dan beberapa jenis bakteri, untuk mengubah energi cahaya menjadi energi kimia. Secara etimologis, istilah ini berasal dari bahasa Yunani "phos" yang berarti cahaya dan "synthesis" yang berarti penggabungan. Dalam proses ini, organisme tersebut menghasilkan senyawa organik, umumnya glukosa (C6H12O6), dari zat anorganik yaitu karbon dioksida (CO2) dan air (H2O) dengan memanfaatkan energi foton dari sinar matahari. Pada tumbuhan dan alga, fotosintesis berlangsung di dalam organel sel bernama kloroplas, yang mengandung pigmen fotosintetik utama seperti klorofil, karotenoid, dan fikobilin, yang bertanggung jawab menyerap energi cahaya. Mekanisme fotosintesis terbagi menjadi dua tahap utama: reaksi terang dan reaksi gelap (siklus Calvin). Reaksi terang terjadi di membran tilakoid dalam kloroplas, di mana klorofil dan pigmen lain menyerap energi cahaya. Energi ini kemudian digunakan untuk memecah molekul air (fotolisis), menghasilkan elektron, proton (H+), dan melepaskan oksigen (O2) sebagai produk sampingan. Energi cahaya yang diserap juga menggerakkan sintesis ATP (adenosin trifosfat) dan NADPH (nikotinamida adenin dinukleotida fosfat tereduksi), yang merupakan pembawa energi kimia. Selanjutnya, reaksi gelap atau siklus Calvin berlangsung di stroma kloroplas. Pada tahap ini, ATP dan NADPH yang dihasilkan dari reaksi terang digunakan untuk memfiksasi karbon dioksida (CO2) dari atmosfer dan mereduksinya menjadi glukosa melalui serangkaian reaksi enzimatik. Persamaan kimia umum yang menyederhanakan proses fotosintesis adalah: 6CO2 + 6H2O + Energi Cahaya → C6H12O6 + 6O2. Fotosintesis memegang peran fundamental dalam ekosistem global sebagai produsen utama biomassa dan sumber energi bagi hampir seluruh rantai makanan di Bumi. Organisme heterotrof bergantung pada produk fotosintesis, baik secara langsung (herbivora) maupun tidak langsung (karnivora dan omnivora). Selain produksi makanan, fotosintesis juga krusial dalam regulasi iklim dan komposisi atmosfer dengan menyerap karbon dioksida, salah satu gas rumah kaca, dan melepaskan oksigen yang esensial untuk respirasi aerobik sebagian besar makhluk hidup. Contoh nyata fotosintesis dapat diamati pada tumbuhan darat seperti padi, pohon jati, serta pada fitoplankton dan alga di lingkungan perairan, yang kesemuanya berkontribusi besar terhadap produktivitas primer global.